Menghitung Luas Wilayah Pada Peta (3)


Luas wilayah pada peta dapat kita hitung dengan menggunakan metode balok dan grid (kotak). Kedua metode tersebut pada prinsipnya sama, yaitu memperkirakan luas peta dengan membuat kotak atau balok yang kemudian dihitung luasnya berdasarkan perbandingan skala. Hasil perhitungan kedua metode tersebut tidak mutlak benar, hal ini karena ada wilayah pada peta yang menjadi hilang atau bertambah. Sebagai contoh pada metode kotak jika wilayah pada peta yang terpotong kotak bujur sangkar daerah yang ada kurang dari separuh maka daerah itu dihilangkan (dihitung 0 ), sedangkan jika daerahnya tergambar separuh atau lebih maka akan dihitung 1. Perhitungan dengan cara tersebut dapat menyebabkan luas peta bisa menjadi lebih sempit atau justru lebih luas dari luas sebenarnya.

Untuk meminimalisasi kesalahan perhitungan pada metode grid dan balok yang bersifat manual, maka luas pada peta dapat kita ukur dengan menggunakan alat bantu pengukur luas peta yang biasa disebut PLANIMETER.

Prinsip kerja planimeter Adalah alat ini bekerja pada daerah/peta yang berbentuk area atau poligon tertutup. Perhitungan luas di mulai dengan menentukan titik awal, kemudian menggerakkan alat tersebut searah pada dengan jarum pada batas poligon sampai kembali ke titik awal, dan setelah itu dilakukan pembacaan.

Biasanya pekerjaan ini dilakukan berulang-ulang, perhitungan luas peta diperoleh dari perhitungan rata-rata.

Beberapa contoh Planimeter seperti pada gambar berikut ini :

====================================================

=====================================================

==============================================

About these ads
Tag:

8 Komentar to “Menghitung Luas Wilayah Pada Peta (3)”

  1. tolong jawab soal ini ,
    Luas Provinsi Banten 0,86 km2. Jika Provinsi Banten dg skala 1 : 250000, maka luas petanya berapa ?
    mohon bantuanya !

    • Pertanyaan dari pak Icang pada komentar di blog saya pada link https://andimanwno.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=990&action=edit
      …….
      tolong jawab soal ini ,
      Luas Provinsi Banten 0,86 km2. Jika Provinsi Banten dg skala 1 : 250000, maka luas petanya berapa ?
      mohon bantuanya !

      ……
      Maaf pak Icang ….. terus terang saya bingung dengan pertanyaan anda.
      Jika luas Propinsi Banten adalah 0,86 km2 ….. hmmm tidak ada / kurang dari 1 km2 artinya kalau saya menggunakan rumus bujur sangkar saja luas Propinsi Banten tidak sampai 1km x 1 km atau sekitar 0,9275 km x 0,9275 km.
      Masak Propinsi Banten luasnya cuma segitu…. luas kotakah..?
      Jika skala 1 :250000 berarti setiap 1 cm di peta sama dengan 250000 cm di lapangan atau 2,5 km. Kalau mengacu pada keterangan di atas maka luas petanya tidak lebih dari 1 cm2.

  2. pak, mau nanya nih.
    jika kita menggunakan metode grid itu berapa persen kebenaran yang didapat ??
    trus jika menggunakan stereoskop apakah bisa ??
    dan apakah lebih presisi lagi dengan menggunakan itu >??

    • Jawaban pertanyaan I
      Sebenarnya untuk menghitung luas peta dengan menggunakan metode grid saya lebih suka mengganti kata “menghitung” dengan “menaksirkan” atau “memperkirakan”, karena penggunaan metode ini akan beresiko hasil perhitungannya akan menjadi lebih kecil atau bahkan lebih luas dari wilayah sebenarnya.
      Perhitungan bisa berbeda karena dengan metode grid ada kotak yang justru berkurang atau bertambah.
      Mengenai berapa persen kebenaran yang akan didapat kita tidak bisa memastikan akan sama pada setiap peta yang dihitung, baik pada peta sama dengan skala berbeda maupun pada peta yang berbeda satu sama lain. Garis batas yang terpotong oleh grid jumlahnya untuk setiap peta tidak sama sehingga persentase kebenaran/kesalahan perhitungan juga berbeda pada setiap peta.
      ====================
      Jawaban pertanyaan II
      Stereoskop adalah alat yang digunakan untuk menampilkan gambar 3 dimensi pada 2 foto udara yang bertampalan. Jadi alat ini tidak bisa digunakan untuk menghitung luas peta.
      Stereoskop bisa kita gunakan untuk mengukur beda tinggi dan kemiringan lereng, faktor tersebut bisa kita ukur karena dari stereoskop kita bisa melihat unsur ketinggian (tinggi). Sebuah puncak gunung pada satu foto udara yang belum terlihat tingginya akan terlihat tingginya saat kita tampalkan dengan foto udara yang sama tetapi berbeda nomor fotonya.
      Untuk menghitung luas wilayah pada foto udara dapat kita baca saja dari skala pada foto udara tersebut, kemudian kita cari panjang dan lebar sebenarnya foto udara tersebut. Hasilnya kita kalikan antara panjang sebenarnya dan lebar sebenarnya
      Misal :
      – Foto udara xxxxxxx berskala 1 : 20.000
      – Panjang xxxxxxx 25 cm
      – Lebar foto xxxxxxx 20 cm
      Maka luasnya :
      -Skala 1 : 20.000, setiap 1 cm mewakili 20.000 cm, atau 2.000 dm, atau 200 m…, jadi
      – Panjang sebenarnya : 25 x 200 m = 5000 m
      – Lebar sebenarnya : 20 x 200 m = 4000 m
      – Luas wilayah pada foto udara =
      = 5.000m x 4.000m
      = 20.000.000 m2
      = 200.000 dkm2
      = 2.000 hm2
      = 20 km2

      Demikian sedikit jawaban dari saya.
      Semoga mencerahkan.

  3. Kita ketahui bahwa proyeksi peta akan membantu kita untuk menghitung luasan peta, dari bidangnya bulat kita ubah ke bidang datar, dan untuk menghitung luas peta yang kebanyakan digunakan yakni menghitung luasan peta dengan cara grid dan balok, jadi bagaimana dengan menghitung luas peta dengan medan pada kenampakan yang sebenarnya berupa pegunungan waluapun kita udah proyeksi dan kemudian menghitung luasnya tetap saja kenampakan aslinya pegunungan dan tentunya akan berbeda dengan luas antara peta dengan kenampakan asli dataran dan peta dengan kenampakan asli pegunungan. apakah ada cara lain untuk menghitungnya.

    terima kasih

    adi rustam, mahasiswa geografi UNM makassar

    • Yap… benar pendapat mas Adi Rustam.
      Menghitung luas wilayah pada peta sebagaimana pada metode yang telah saya posting memang hanya bisa digunakan untuk menghitung wilayah itu secara horisontal(luas secara mendatar atau wilayah itu dianggap datar). Sulit melakukan penghitungan luas permukaan sebenarnya (padahal wilayah itu bergelombang) jika hanya menggunakan metode yang saya posting ini. Bahkan dengan peta kontur (topografi) sekalipun.
      Untuk menghitung luas daerah bergelombang, kita bisa menggunakan :
      1. Software SIG
      Beberapa software SIG sudah bisa digunakan untuk menghitung luas permukaan bergelombang pada bumi. ARCGIS sepsertinya sudah memiliki fasilitas itu. ARC View.. ARCGIS model lama juga ada. Bisa juga dengan 3D Analyst. Untuk kejelasan mas Adi bisa mengikuti kursus online mengenai GIS yang pengajarnya sangat berpengalaman di http://www.geografionline.com
      2. Interpretasi Citra
      Pada salah satu unsur interpretasi ada pengamatan unsur UKURAN, pada unsur ukuran kita dapat menghitung panjang, luas, volume, ketinggian dan kemiringan. Kemiringan dapat diperoleh dari panjang mendatar dan ketinggian (menggunakan rumus sederhana Pitagoras). Luas di dapat dari kemiringan dan panjang mendatar. Untuk bisa mengukur ketinggian (beda tinggi), kemiringan kita harus menginterpretasi menggunakan stereoskop. Minimal stereoskop cermin, bukan stereoskop saku.
      =======
      Semoga bermanfaat dan mencerahkan.
      Selamat belajar dan semoga sukses.

  4. apakah ada kemungkinan hasil penghitungannya meleset pak

    • Kemungkinan meleset untuk metode grid dan metode balok cukup besar, karena dengan menggunakan kedua metode tersebut ada daerah yang dikorbankan atau justru bertambah.
      Sedangkan pada penggunaan Planimeter hasil penghitungan juga memungkinkan terjadinya hasil perhitungan yang meleset, tetapi tidak sebesar tingkat kesalahan pengukuran pada metode grid dan balok. Hal ini terjadi karena pola deliniasi garis pada poligon dengan alat tersebut masih sepenuhnya menggunakan tangan kita. Ada kalanya deliniasi yang kita lakukan tidak tepat pada garis poligon, bisa di luar garis bisa juga di dalam garis. Karena itu pada model penghitungan menggunakan planimeter idealnya dilakukan berulang-ulang, minimal 4 kali (menurut pengalaman saya waktu kuliah dulu), kemudian kita hitung rata-ratanya. Semakin banyak pengulangan maka tingkat kesalahannya akan semakin kecil.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 146 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: