Archive for November, 2008

12 November, 2008

Definisi Geografi

Kata Geografi berasal dari bahasa Yunani :

Geo : bumi

Graphein : tulisan

Perhatian tentang ilmu geografi bukan hanya berhubungan dengan fisik alamiah bumi dan bagian-bagian alam semesta yang berpengaruh terhadap bumi saja, tetapi meliputi semua fenomena yang ada di permukaan bumi baik fenomena fisik maupun fenomena sosial. Pada dasarnya inti dari kajian ilmu Geografi adalah hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan, berikut ini beberapa definisi tentang hakikat, konsep dan batasan geografi :

1. Strabo (1970): Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place.

2. Preston E. James (1959): Geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan karena banyak bidang ilmu pengetahuan yang selalu dimulai dari keadaan permukaan bumi, kemudian beralih pada studinya masing-masing.

3. Frank Debenham (1950): Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.

4. James Fairgrive (1966) : Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.

5. Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.

6. Hasil Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI) di Semarang pada 1988; Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.

Dari pendapat di atas terdapat beberapa perbedaan pandangan mengenai definisi geografi, tetapi pada dasarnya semua ahli sepakat adanya elemen-elemen yang sama sebegai berikut :

1. Geografi termasuk ilmu pengetahuan bumi (earth science) dengan objek permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia dan lingkungan tempat manusia dapat mengubah dan membangunnya.

2. Geografi memperhatikan persebaran manusia dalam ruang dan hubungan manusia dengan lingkungannya.

3. Dalam ilmu Geografi terdapat unsur-unsur utama, antara lain jarak, interaksi, gerakan dan persebaran.

Iklan
6 November, 2008

BELAJAR Sistem Informasi Geografi (3)

Maaf, pasting Belajar SIG yang ke-3 ini berbau iklan. Tetapi mengiklankan sesuatu yang Insya Alloh sangat berguna bagi anda dan tidak bertujuan profit bagi saya, jadi boleh saya katakan sebuah rekomendasi bagi anda semua terutama anda para guru mata pelajaran ilmu Geografi dan aktivis geografi lainnya.

Sebuah kabar yang sangat menggembirakan bagi guru-guru Geografi di manapun. Jika anda ingin mempelajari Sistem Informasi Geografis secara praktis tak usah repot-repot mencari tempat-tempat/kota yang mempunyai lembaga yang bergerak di bidang pelatihan/kursus Sistem Informasi Geografi. Sekarang ini sudah banyak website/blog yang membahas tentang pengoperasian software-software SIG, misalnya Blognya milik pak/mas Nur Awaludin atau blog milik Geografian juga bisa anda kunjungi. Atau jika anda ingin belajar SIG secara mendalam anda bisa ikut kursus geografi yang bersifat online yang dapat anda kunjungi di GeografiOnline. Di web GeografiOnline tersebut anda bisa berlatih SIG secara step by step tentang cara pembuatan peta digital. Web GeografiOnline ini diselenggarakan oleh Citra Media Group yang berkedudukan di Yogyakarta, tepatnya di sebelah barat kampus Universitas Negeri Yogyakarta di Blok C 17 Karangmalang Sleman Yogyakarta. Saat ini 7 materi SIG yang menjadi bahan kursus di web tersebut, yang terbagi dalam 3 kelompok kursus yaitu Pemetaan Digital, Remote Sensing dan Pembangunan Sistem Informasi Spasial. Kursus pemetaan digital ada 4 materi kursus yaitu pemetaan digital berbasis Arc Info, ArcView, Mapinfo dan pemetaan kontur dan 3 dimensi berbasis surfer. Remote Sensing terdiri dari dua materi kursus yaitu Reomte Sensing berbasis Ermapper dan Envi. Kursus Pembangunan Sistem Informasi Spasial menggunakan basis Avenue ArcView. Jika anda tertarik untuk mengikuti kursus tersebut saya jamin tidak akan kecewa, karena saya yakin anda akan banyak mendapat manfaatnya. Bagi anda yang masih pemula maka saya sarankan untuk mengikuti kursus pemetaan digital lebih dulu (Arc Info, ArcView, Mapinfo, Surfer) baru kemudian materi Remote Sensing baru yang terakhir Pembangunan Sistem Informasi Spasial. Tentunya anda juga wajib punya software dari materi yang anda inginkan. Kursus tersebut menggunakan sistem pembelajaran E-Learning yang sangat memudahkan bagi kita, apalagi jika tempat kita jauh dari Citra Media Group tersebut. Kursus Online ini dipandu oleh beberapa orang pembimbing yang sudah berpengalaman di bidang Sistem Informasi geografi. Saya termasuk peserta kursus di Geografi Online tercatat sejak awal bulan Oktober 2008, masih relatif baru juga. Saat ini saya mengikuti kursus Pemetaan Digital Berbasis ArcView. Pada tahun 2002 dulu saya pernah belajar kepada para pembimbing-pembimbing tersebut, tetapi setelah skripsi saya selesai dan saya lulus maka segala macam kegiatan yang berhubungan dengan peta dan pemetaan saya abaikan. Sampai akhirnya saya mulai mengajar di MAN Wonosari kemudian saya mulai tertarik untuk mulai mempelajarinya lagi. Jadi bisa dikatakan kursus ini adalah media saya untuk mengingat kembali pengoperasian software ArcView yang dulu sudah pernah saya gunakan. Pembimbing-pembimbing tersebut sudah saya kenal sejak di bangku kuliah, kebetulan pembimbing utamanya adalah kakak tingkat di Jurusan Pendidikan geografi UNY, apalagi pembimbing yang kedua (Tripe) adalah teman seangkatan dan satu kelas. Jadi bisa saya katakan saya sebenarnya bukan orang asing bagi mereka, begitu juga sebaliknya. Karena itu saya berani merekomendasikan para pembimbing di kursus Geografi Online ini kepada anda. Harapan saya informasi dari saya ini menjadi salah satu dari sekian banyak acuan yang dapat anda gunakan jika ingin memperdalam pengetahuan tentang Sistem Informasi Geografis.

Tag:
5 November, 2008

BELAJAR Sistem Informasi Geografi (2)

Kita memberikan suatu materi pelajaran kepada siswa, maka guru dituntut untuk menguasai materi tersebut. Pendek kata kata harus lebih dulu bisa dibanding muridnya. Berkaitan dengan materi pelajaran Geografi di SMA/MA, misalnya materi tentang Sistem Informasi Geografi maka guru Geografi akan mendapat “tuntutan” yang harus dipenuhi yaitu penguasaan materi SIG secara teoritis maupun praktis. Teori adalah bahan dasar materi yang akan kita ajarkan, kalau guru benar-benar menguasai materi SIG tersebut secara teori maka kesiapan dalam mengajar akan menjadi sesuatu yang ringan. Terlebih jika guru tersebut mampu menguasai SIG secara praktis, misalnya mampu membuat peta/pemetaan berbasis komputer. Sekarang adalah jamannya teknologi yang maju dan modern. Hampir semua bidang di kehidupan dunia ini menggunakan teknologi yang sudah demikian canggih. Teknologi Informasi tumbuh berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, sehingga sistem informasi yang ada sekarang semuanya sedang berbasis komputer, misal Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Perpustakaan, dll. Sistem Informasi Geografi juga berkembang dengan basis komputer sebagaimana sistem-sistem informasi yang lain. Perangkat pendukung yang digunakan untuk mengoperasikan SIG adalah hardware, software dan tentunya kemampuan dari kita yaitu brainware. Jika kita dapat mengoperasikan software SIG maka kita dapat sendiri membuat contoh-contoh hasil SIG misalnya peta penggunaan lahan baik dalam bentuk file maupun output yang berupa peta digital hasil print out. Tidak harus membuat peta wilayah tertentu, cukup dengan sembarang menggambar peta. Dengan sarana prasarana LCD Proyektor kita bisa menunjukkan lebih banyak contoh-contoh peta digital hasil keluaran SIG, atau mengajak siswa melakukan kegiatan analisis suatu peta. Jika waktu banyak dan memungkinkan bisa juga mengajari siswa membuat peta sederhana dengan menggunakan software SIG.

Untuk mengoperasikan software SIG butuh komputer dengan spesifikasi hardware tertentu, jika anda membeli komputer baru dengan spesifikasi prosesor Intel/AMD dengan kecepatan minimal 2 GHz, RAM 1 GB, Harddisk 40 GB maka bisa saya katakan komputer anda sudah cukup untuk menjalankan software SIG yang terbaru sekalipun misalnya ARCGIS 9.2. Software Sistem Informasi Geografis sekarang ini sudah banyak macamnya, mulai dari software SIG untuk pemetaan digital, olah citra, pemodelan spasial 3 dimensi maupun pembuatan sistem informasi spasial. Bebarapa contoh software SIG antara lain misalnya :

1. Software Pemetaan Digital misalnya Arc Info, Arc View, ARCGIS dan MAP Info

2. Software Olah Citra misalnya Ermapper dan Envi

3. Software pemodelan spasial 3D misalnya Surfer

4. Software Sistem Informasi Spatial misalnya Avenue

Beberapa sofware di atas bersifat shareware (berbayar) sehingga kita harus mengeluarkan biaya untuk membelinya. Jika ingin software SIG yang gratis kita bisa menggunakan software GIS opensource seperti QuantumGIS yang bisa anda download di link di bawah ini

www.download.qgis.org

Software QuantumGIS ini cukup mudah digunakan/user friendly, jika anda kesulitan bisa buka tools helpnya maka di dalamnya akan terdapat panduan dalam mengoperasikan software tersebut. Selamat mencoba.

Tag:
4 November, 2008

Tanah

Tanah tempat tumbuhan hidup terbentuk melalui interaksi berbagai unsur lingkungan, baik lingkungan biotik maupun abiotik.

Komposisi tanah dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor utama :

1. Ikklim dan cuaca

2. Geologi (batuan yang ada di bawah tanah)

3. Topografi (letak tanah)

4. Kegiatan makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan dan manusia

5. Waktu

Tanah terdiri atas 6 (enam) komponen utama, yaitu :

1. Partikel-partikel mineral (lumpur, tanah liat, pasir)

2. Ion-ion zat makanan (kalsium dan kalium)

3. Udara di antara partikel-partikel tanah

4. Air

5. Humus, yaitu bahan organik yang membentuk lapisan tipis di sekeliling tanah

6. Organisme hidup seperti cacing dan jasat hidup lainnya yang hanya bisa dilihat melalui mikroskop

Semua faktor tersebut berpengaruh pada kesuburan tanah. Struktur tanah dapat dipelajari dengan cara menggali tanah dan membuat profilnya. Tiga lapisan tanah adalah tanah lapisan atas, lapisan tengah, dan lapisan bahan induk. Tanah baru terus terbentuk, tetapi erosi tanah yang terjadi dua kali lebih cepat daripada pembentukannya, yang seringkali terjadi sebagai akibat dari kegiatan manusia, seperti penghancuran hutan hujan tropis dan kegiatan pertanian yang ceroboh.

3 November, 2008

BELAJAR Sistem Informasi Geografi (1)

Salah satu kesulitan para guru mata pelajaran geografi SMU/MA dalam hal penguasaan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa adalah materi tentang Sistem Informasi Geografi yang diajarkan pada siswa kelas XII semester I. Kalau kita bicara tentang sistem informasi secara umum maka yang ada dalam pikiran kita pertama kali adalah sistem yang menggunakan komputer sebagai media dalam berbagai tahapan pengerjaannya. Dan jika kita berbicara tantang Sistem Informasi Geografi maka secara logika pikiran kitapun juga akan mirip seperti pemikiran kita tentang sistem informasi. Berkaitan dengan komputer dalam hal ini penguasaan/kemampuan menggunakan, maka akan ada perbedaan yang signifikan antara guru geografi di wilayah satu dengan wilayah lainnya. Misalnya guru geografi di Jakarta dengan guru geografi di pelosok. Saya kira tidak hanya masalah pada penguasaan teknologi atau kemampuan menjalankan komputer semata, tetapi juga karena ketersediaan sarana prasarana yang ada. Dan saya kira sarana prasarana itulah yang justru lebih berperan, meskipun kadang ada juga orang yang tidak mau memanfaatkan sarana prasarana yang sudah ada di sekitarnya. Kembali ke permasalah inti, materi Sistem Informasi geografi (SIG) adalah materi pelajaran geografi yang berkaitan dengan teori dan praktek. Selama ini masih banyak guru geografi yang hanya menyampaikan materi tersebut 100% berupa teori saja. Masih jarang ada guru yang menyampaikan materi tersebut dalam bentuk praktek, atau minimal memperlihatkan kepada siswa secara visual tentang bagaimana hasil-hasil Sistem Informasi Geografi dibuat. Guru tidak menjelaskan dalam bentuk visual tentang bagaimana membuat peta yang berbasis komputer, dari proses input, pengolahan basis data, manipulasi data, sampai keluaranya (misal : output peta digital). Ketidakmampuan akan penguasaan praktek SIG tersebut bisa jadi akan sedikit mempengaruhi kepercayaan diri para guru geografi, sehingga banyak guru geografi bilang bahwa materi tentang SIG (Sistem Informasi Geografi) adalah materi pelajaran Geografi yang sulit. Pendapat tersebut saya kumpulkan dari sesama teman-teman guru geografi yang sering bertemu pada MGMP ataupun sekedar pertemuan biasa. Dari pendapat tersebut bisa disimpulkan dan saya jadikan sebuah pertanyaan seperti ini, “Jika gurunya bilang sulit, bagaimana dengan muridnya?”. Ini bukan sebuah pertanyaan retoris, dan saya yakin jawaban setiap orang tidaklah sama tetapi kemungkinan terbesar akan sama jika diartikan.

Berkaca pada masalah diatas, maka kita bisa memulai dari diri sendiri untuk mencoba menguasai dan lebih memahami tentang SIG (Sistem Informasi Geografi) tersebut, baik yang bersifat praktis maupun teoritis. Kita jangan hanya terkungkung dalam materi pelajaran. Tetapi cari literatur lain dari literatur lain, ada banyak literatur yang berupa buku SIG teoritis maupun praktis/tutorial yang dijual di toko-toko buka. Kalau bujet kita sedikit bisa kita cari literatur dari intenet. Saya ambil contoh link website yang bisa nada klik di bawah ini :

http://www.ilmukomputer.com/category/sistem-informasi-geografis/

Pada situs tersebut tedapat kurang lebih 10 materi Sistem Informasi Geografis (sampai dengan saya mempost tulisan ini) yang bisa anda download dengan cuma-cuma. Literatur yang terdapat pada situs ada yang berupa kajian teori maupun tutorial praktis. Saya yakin pemanfaatan literatur tersebut akan lebih membuka mata kita, menambah wawasan kita tentang SIG dan membuat kita akan semakin percaya diri sewaktu memberikan pembelajaran kepada siswa.

Tag:
3 November, 2008

Anakku ke-2 sudah lahir

Sorry ……. keluar dari topik blog

Cuma mau menulis dan menyampaikan kabar gembira dari saya kepada anda semua. Setelah 9 bulan lebih 10 hari akhirnya istri saya melahirkan anak kami yang ke-2. Sempat molor 7 hari dari HPL yang diperkirakan oleh perawat/bidan, kemudian diperiksa/dihitung kembali oleh pak dokter (dr. Akmal Hanafi, S.POg) beliau menyebutkan bahwa HPL istri saya adalah tangggal 2 Nopember 2008. Ternyata lahir pas tanggal 2 Nopember 200 ini. Anak saya yang ke-2 ini adalah cowok lahir hari Minggu dinihari jam 03.10 WIB dengan berat 3,5 kg dan panjang 50 cm. Proses melahirkannyapun lancar, bahkan bisa saya katakan sangat lancar bila dibandingkan dengan beberapa pasien yang ada di RB Amalia pada hari yang sama. Istri saya pada Sabtu 1 Nopember 2008 malam jam 23.00 WIB bangun dan buang air kecil, beberapa saat kemudian bilang bahwa ketubannya pecah. Jam 23.30 WIB kemudian saya bawa ke RB Amalia dan langsung dicek dan hasilnya proses membukanya baru tahap ke-2. Tapi nggak perlu nunggu lama jam 03.10 WIB anak saya sudah lahir dengan lancar, normal, selamat dan lengkap/sempurna. Alhamdulillah ya Allah. Seteleh saya bisikkan adzan di dekatnya baru hati ini merasa lega dan bahagia yang luar biasa. Untuk diri saya sendiri semoga saya bisa memelihara amanah yang sudah diberikan oleh Alloh SWT ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan restu dari anda semua, semoga anak saya ini menjadi anak yang sholeh, berguna bagi dirinya, orang lain, masyarakat, negara dan agama. Dapat menjadi suri tauladan bagi sesamanya serta sesuai dengan harapan kami. Amin Ya Robbal Alamin.

Ni dia gambar anakku

Ada yang mau usul nama ? Yang indah dan islami adalah pertimbangan utama kami.