Data Acuan Pada Interpretasi Citra


Citra menyajikan gambaran yang lengkap miri dengan wujud dan letak sebenarnya. Akan tetapi dalam melakukan interpretasi suatu obyek/fenomena / gejala pada citra masih diperlukan data lain yang lebih meyakinkan hasil interpretasi. Data yang diperoleh selain dari kegiatan interpretasi ini disebut dengan data acuan. Data acuan pada kegiatan interpretasi citra digunakan untuk membantu proses interpretasi, analisis dan verifikasi hasilnya.

Data Acuan

Data Acuan

Data acuan dapat berupa :

  • Data kepustakaan
  • Data peta
  • Data statistik
  • Data hasil kerja lapangan dan lain-lain

Meskipun citra menyajikan gambaran lengkap, pada umumnya masih perlu dilakukan kegiatan lapangan (observasi ). Observasi dilakukan untuk menguji atau meyakinkan kebenaran hasil interpretasi yang telah dilakukan. Observasi atau uji medan (field check) perlu dilakukan terutama pada tempat-tempat yang interpretasinya meragukan.

Hasil interpretasi yang memerlukan uji medan antara lain dipengaruhi oelh faktor-faktor berikut :

  • Kualitas citra meliputi skala, resolusi dan informasi yang harus diinterpretasi
Uji Lapangan dilakukan karan kualitas citra kurang baik

Uji Lapangan dilakukan karan kualitas citra kurang baik

  • Jenis Interpretasi atau analisisnya
  • Tingkat ketelitian yang diharapkan
  • Pengalaman dan pengetahuan pengguna dalam melakukan interpretasi
  • Kondisi medan
  • Ketersediaan data acuan

4 Komentar to “Data Acuan Pada Interpretasi Citra”

  1. Brilliant web-site, exactly where did you get the web theme?

  2. kok media yg mengenai SIG g ad y…mkch y pak andi..

  3. @ Nika :
    Observasi dilakukan jika :
    1. Salah satu dari faktor-faktor pada posting tersebut ada yang
    mengharuskan dilakukan uji medan
    2. Tidak ada data acuan yang tersedia

    Contoh observasi :
    setelah dengan menggunakan 9 unsur interpretasi ternyata obyek yang diinterpretasi belum bisa dikenali.
    – Suatu bangunan belum belum diketahui bangunan umum, swasta atau pemerintah.

  4. seperti apa sajakah contoh cara observasi?

%d blogger menyukai ini: