STUDI MERAPI V


MERAPI MEMICU GUNUNGAPI YANG LAIN AKTIF?

Budi Setiyarso

10 Nopember 2010

Peta Sebaran Gunungapi dan Risiko

Peta Sebaran Gunungapi dan Risiko

Akhir-akhir ini bencana memang datang beiringan. Mulai dari banjir di Wasior, gempa dan tsunami di Mentawai hingga letusan Merapi yang ikuti 21 gunungapi yang lain berstatus waspada, siaga dan awas. Data PVMBG per 10 Nopember 2010 jam 07:18:30 menyatakan status ke-22 gunungapi tersebut adalah sebagai berikut :

G.Merapi (awas), G. Karangetang (Siaga), G. Ibu (Siaga), G. Sinabung (Waspada), G. Talang (Waspada), G. Kaba (Waspada), G. Kerinci (Waspada), G. Krakatau (Waspada), G. Papandayan (Waspada), G. Slamet (Waspada), G. Semeru (Waspada), G. Soputan (Waspada), G. Rinjani (Waspada), G. Bromo (Waspada), G. Batur (Waspada), G. Sangeangapi (Waspada), G. Rokatenda (Waspada), G. Egon (Waspada),G. Lokon (Waspada), G. Gamalama (Waspada), G. Dukono (Waspada) dan G. Seulewah Agam (Waspada)

Tapi benarkah ke 21 gunung tersebut dipicu oleh aktivitas Gunung Merapi?

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, R Sukhyar menyatakan bahwa aktivitas gunungapi yang lainnya hanya kebetulan bersamaan dengan naiknya aktivitas Merapi. Sehingga dapat ditarik kesimpulan tidak ada kaitan antara aktivitas Merapi dengan naiknya aktivitas gunungapi yang lain. Senada dengan pernyataan tersebut, Ed Venzke dari Global Vulcanism Program Smithsonian Institution di Washington mengatakan sistem vulkanik umumnya terisolasi satu dengan yang lain.

Bagaimana analisis pendukung pendapat para ahli di atas?

Sebelumnya cermatilah sebaran gunungapi aktif Indonesia di bawah ini :

Sebaran Gunungapi Aktif

Sebaran Gunungapi Aktif

Dari ke-22 gunungapi, USGS hanya mencatat 3 gunungapi yang aktif. Dasarnya adalah laporan tingkat aktivitas gunungapi yaitu G. Merapi, G. Krakatau dan G. Dukono yaitu sebagai berikut :

Gunungapi aktif yang tercatat USGS

Gunungapi aktif yang tercatat USGS

Kemudian jika dikaitkan dengan persebaran gempa adalah sebagai berikut :

Sebaran Gempa

Sebaran Gempa

Kesimpulan :

  1. Persebaran ke-22 gunungapi tersebut berada di dua sirkum yang berbeda yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Merapi berada di Sirkum Mediterania, sehingga jika disamakan dengan aktivitas gunungapi yang berada di Sirkum Pasifik adalah kesalahan.
  2. Di zone subduksi Sirkum Mediterania, pola sebaran gunungapi aktif menyebar merata dengan jarak yang relatif berjauhan. Dan dari pola yang memanjang dapat diketahui kemungkinan aktivitas Merapi yang berupa titik tidak mungkin kuat mempengaruhi sistem memanjang.
  3. Di zone subduksi Sirkum Pasifik, pola sebaran gunungapi aktif menggerombol di komplek Kepulauan Maluku dan Sulawesi utara. Pola ini lebih disebabkan karena pengaruh tektonisme lempeng regional dan tidak ada hubungannya dengan Merapi
  4. Secara global pola gunungapi di Sirkum Mediterania lebih bersifat seragam merata akibat tektonisme subduksi lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Hal ini dapat diketahui dari pola gunungapi yang memanjang sepanjang busur dalam.
  5. Setiap gunungapi mempunyai sistem vulkanisme (struktur internal gunungapi) masing-masing dan tidak saling berantai. Sistem itu terdiri dari dapur magma, pipa kepundan, lubang kepundan hingga kawah yang tiap sistem berdiri sendiri. 
    Sistem Internal Gunungapi

    Sistem Internal Gunungapi

  6. Kegiatan vulkanisme adalah kegiatan endogen lokal, tidak seperti kegiatan tektonisme yang terdiri dari tektonik lokal, regional dan global.
  7. Menurut Ed Venzke, Gunung Merapi yang meletus akan mempengaruhi gunung lain meletus, hanya jika letak gunung itu sangat berdekatan. Berarti logikanya Gunung Merapi mempengaruhi gunung kembarannya terlebih dahulu (Merbabu) sebelum mempengaruhi Gunungapi yang lain. Nyatanya Gunung Merbabu masih tertidur dengan pulasnya.

Jadi jangan sembarangan mempercayai isu. Cek dulu dengan pendapat para ahli yang berkompeten di bidangnya. Karena mungkin bakalan banyak infotainment yang dilarang tayang seperti “SILET”. Waspadalah !!!

%d blogger menyukai ini: