STUDI BROMO 1


MENGENAL GUNUNG BROMO

Budi Setiyarso

25 Nopember 2010

Gunung Bromo

Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah gunung berapi kerucut kecil yang aktif di Jawa Timur. Gunungapi ini terletak di tengah lautan pasir “Kaldera Tengger” yaitu kaldera depresi melingkar di tengah puncak gunung berapi utama (Gunung Tengger Purba). Lautan pasir kaldera terbentuk sekitar 820.000 tahun yang lalu akibat letusan yang sangat besar. Luas kaldera mencapai 10 Km2 dan terdapat sekumpulan kerucut lima anak gunung yaitu Gunung Bromo, Batok, Widodaren, Segorowedi dan Kursi. Di antara puncak-puncak gunung ini yang paling terkenal adalah Gunung Bromo dan Gunung Batok.

Gunung Bromo memiliki ketinggian kurang lebih mencapai 2.392 meter dpal dan mempunyai kawah dengan garis tengah ± 800 meter membentang dari utara-selatan dan ± 600 meter membentang dari timur-barat. Nama Bromo berasal dari bahasa Sansekerta “Brahma” yaitu salah satu dewa utama Agama Hindu. Keberadaan gunung ini mencakup empat wilayah kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Menurut catatan sejarah, letusan Gunung Bromo terjadi setiap beberapa tahun mulai dari tahun 1767. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974. Adapun deretan urutan kejadian letusan adalah berikut ini :

2004, 2001, 1995, 1984, 1983, 1980, 1974, 1972, 1956, 1955, 1950, 1948, 1940, 1939, 1935, 1930, 1929, 1928, 1922, 1921, 1915, 1916, 1910, 1909, 1907, 1908, 1907, 1906, 1907, 1896, 1893, 1890, 1888, 1886, 1887, 1886, 1885, 1886, 1885, 1877, 1867, 1868, 1866, 1865, 1865, 1860, 1859, 1858, 1858, 1857, 1856, 1844, 1843, 1843, 1835, 1830, 1830, 1829, 1825, 1822, 1823, 1820, 1815, 1804, 1775, dan 1767.

Gambar ini menunjukkan keberadaan Gunung Bromo di tengah lautan pasir Kaldera Tengger. Citra yang merupakan hasil perekaman Satelit IKONOS ini memiliki kemampuan resolusi spasial hingga 4 meter perpixel. Citra jenis pankromatik ini dibuat pada tanggal 8 Juli 2001 oleh NASA.

Citra Ikonos Bromo

Citra Ikonos Bromo

Kondisi Terkini

Pada tanggal 23 Nopember 2010, status aktivitas Gunung Bromo dinaikkan menjadi “Awas” (Level IV). Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, Dr Surono meminta pengosongan wilayah sejauh 3 km dari puncak Bromo yaitu wilayah di dalam Kaldera Tengger. Surono (Mbah Rono) mengatakan bahwa ancaman erupsi Bromo tidak sebahaya erupsi Merapi. Karakter letusan Bromo selama ini adalah erupsi freatik yaitu semburan uap air dan gas bercampur abu halus dan bukan letusan eksplosif. Permukiman terdekat dari kawah Gunung Bromo adalah Desa Ngadisari yang berjarak 4 Km ke arah timur laut kawah.

Radius Bahaya Gunung Bromo BNPB

Radius Bahaya Gunung Bromo BNPB

Download

Sebagai tambahan informasi, lebar Kaldera Tengger dari puncak Gunung Bromo ke arah timur sejauh 4,2 Km, ke utara 4,04 Km, Ke barat 5,19 Km dan ke selatan 3,99 Km. Sedangkan radius terdekat berada di arah timur laut dengan jarak 3,07 Km dari puncak Bromo.

Rekomendasi PVMBG

Sehubungan dengan status “AWAS” Gunung Bromo, PVMBG merekomendasikan sebagai berikut:

  1. Masyarakat di sekitar G. Bromo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang letusan G. Bromo. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi tentang aktivitas G. Bromo dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (BPBD) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo (selaku SATLAK PB).
  2. Guna mengurangi resiko bencana erupsi Gunung Bromo, maka kawasan wisata Bromo yaitu Kaldera Bromo (lautan pasir) harus ditutup dari segala aktivitas.
  3. Pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

One Comment to “STUDI BROMO 1”

  1. Mengapa Gunung merapi di Klaten JATENG begitu rutin erupsi? sementara gunung2 berapi di daerah lainnya tidak begitu aktif seperti merapi…

%d blogger menyukai ini: