Membaca Peta (2)


Penggunaan skala peta untuk menentukan jarak antar obyek.

Oleh : Andi Hidayat

Peta merupakan gambaran bumi atau sebagian permukaan bumi yang diperkecil dengan skala tertentu. Bumi yang sangat luas atau wilayah RT/RW di suatu desa bisa diperkecil wilayahnya dan dipindahkan dalam bidang datar seperti media kertas atau papan. Pemindahan ke dalam bidang datar ini menggunakan skala. Skala pada peta adalah perbandingan jarak antara di peta dengan dengan jarak sebenarnya di lapangan. Secara sederhana dari prinsip skala adalah dengan membandingkan 2 obyek yang sama baik pada peta maupun pada kondisi sebenarnya.

Jika sebuah peta memiliki skala 1 : 50.000 itu artinya setiap 1 cm di peta adalah 50.000 cm di lapangan, atau setiap 1 cm di peta sama dengan 0,5 km sebenarnya. Skala merupakan komponen peta yang wajib disertakan dalam setiap membuat peta karena dengan membaca skala pada peta maka pengguna dapat memperkirakan jarak antar wilayah. Seorang wisatawan dapat memperkirakan jarak antara obyek wisata satu ke obyek wisata yang lain. Begitu pula seorang pecinta alam yang sedang melakukan pendakian di gunung, dia bisa memperkirakan jarak antara satu pos ke pos peristirahatan berikutnya.

Dalam memperkirakan jarak sebenarnya antara 2 obyek pada peta, kita dapat menghitung 2 hal yaitu :

1. Jarak Lurus

Menghitung jarak lurus pada cukup dengan menggunakan penggaris dan hubungkan ke-2 obyek yang diinginkan. Hasilnya cukup kita kalikan dengan penyebut skala.

Misal pada gambar di atas kita akan menghitung jarak lurus kota Medan – Padangsidempuan. Jarak kedua kota tersebut di peta propinsi Sumatera Utara dengan skala 1 : 2.650.000 misalnya sebesar 11 cm. Dari data pengukuran di atas maka dapat kita hitung jarak antara kota Medan dengan Padangsidempuan adalah :

= 2.650.000 cm  X 11 cm

= 29.150.000 cm ======> kemudian kita ubah ke dalam ukuran km

= 2.915.ooo dm

= 291.500 m

= 29.150 dkm

= 2.915 hm

= 291,5 km

Jadi jarak sebenarnya antara kota Medan – Padangsidempuan pada pet tersebut adalah 291,5 km

2. Jarak tak beraturan

Pada kenyataannya jika kita akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain tidak mengikuti jarak lurus tetapi akan mengikuti jarak yang tak beraturan. Dari Medan ke Padangsedempuan kita akan menggunakan jalan yang berarti itu merupakan jarak yang tidak beraturan. Ada banyak obyek permukaan bumi yang digambarkan dengan simbol garis tidak beraturan misalnya  jalan, sungai, dan batas. Untuk menghitung jarak tidak beraturan ini maka dapat kita gunakan benang yang lentur untuk mengikuti lekukan garisnya, dari hasilnya kemudian dapat kita ukur dengan penggaris dan kita hitung jaraknya.

Tag:

One Comment to “Membaca Peta (2)”

  1. cocok untuk wanita yg kata buku…wanita tak bisa membaca peta sedang pria tak bisa mendengar

    purwati
    http://purwatiwidiastuti.wordpress.com
    http://purwati-ningyogya.blogspot.com
    http://purwatining.multiply.com

%d blogger menyukai ini: