Posts tagged ‘Metode’

5 Agustus, 2011

Seminar Mitigasi Bencana Geologi

Pada hari Rabu, 11 Mei 2011 saya mengikuti acara Semiloka dalam rangka Dies Natalis ke-47 Universitas Negeri Yogyakarta. Semiloka dengan tema “Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana” ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) UNY. Sesuai dengan tema di atas, seminar tersebut banyak berisikan materi mengenai mitigasi bencana dan wacana perlunya pendidikan mitigasi bencana kepada penduduk di wilayah Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, wilayah negara kita secara geologis terdapat di daerah Ring Of Fire, yang berarti bahwa negara kita termasuk dalam daerah rawan bencana alam yang dapat berupa aktivitas tektonik yang berupa gempa bumi maupun aktivitas vulkanis yang berupa letusan gunung berapi. Untuk itu pendidikan mitigasi baik secara formal maupun nonformal merupakan keharusan, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bencana dan upaya-upaya preventif yang harus dimiliki oleh semua warga.

read more »

Iklan
19 Februari, 2011

BUDAYA MENGHUKUM YANG SALAH

BUDAYA MENGHUKUM YANG SALAH
*RHENALD KASALI *

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. *

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. *Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

read more »

31 Desember, 2010

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

Standar Penilaian Pendidikan terdiri atas :

  1. penilaian hasil belajar oleh pendidik.
  2. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.
  3. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik

Dilakukan secara berkesinambungan untuk :

  • Memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil
  • Bentuknya :
  1. Ulangan harian
  2. Ulangan tengah semester
  3. Ulangan akhir semester
  4. Ulangan kenaikan kelas

Penilaian digunakan untuk :

  1. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik
  2. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar
  3. Memperbaiki proses pembelajaran

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

Dilakukan melalui :

  • Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk aspek afektif
  • Ujian, ulangan dan/atau penugasan untuk aspek kognitif

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Dilakukan melalui :

  • Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk aspek afektif
  • Ujian, ulangan dan/atau penugasan untuk aspek kognitif

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

read more »

31 Desember, 2010

Pembelajaran PAKEM

11 Indikator Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

Oleh : Rahmad Widodo

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) mengisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk dapat mengungkapkan segala potensi dirinya untuk dapat meraih sekian kompetensi sesuai dengan bakat dan minatnya, bukan sebaliknya hanya disuapi oleh guru dengan segala macam pengetahuan. Pembelajaran yang bermakna juga demikian, mengedepankan pengembangan potensi peserta didik, sehingga pembelajaran bukan bersumber atau terfokus pada guru, melainkan berfokus dan terpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran yang demikian idealnya dilakukan dengan cara yang santun dan menyenangkan. Bukan dengan doktrinisasi dan intimidasi/tekanan. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran tersebut adalah pembelajaran ramah anak atau dengan prinsip asah, asih, asuh. Ada sebelas indikator/tolok ukur bahwa pembelajaran dapat dikategorikan sudah PAKEM, yaitu :

1. Metode Pembelajaran :

  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi (wawancara, pengamatan, bermain peran, penelitian, berlangsung di luar dan di dalam kelas) sesuai dengan mata pelajaran. Idealnya lebih dari 3 jenis.
  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan spesifikasi bahan ajar.
  • Penggunaan metode dalam kegiatan belajar siswa sesuai dengan RPP.

read more »

1 November, 2008

Pembelajaran Geografi Menggunakan earth.google.com

Pada materi PJ dan SIG kadang kita kesulitan dalam menyediakan bahan ajarnya, misalnya contoh-contoh foto udara hasil dari pengideraan jauh. Tak perlu susah, bingung cari. Kita bisa tinggal tulis ”google earth” mesin pencari di google. Hasil pencarian akan menemukan subsitus google yaitu earth.google.com. Untuk membuka foto udara pada google earth tersebut kita membutuhkan software Google Earth. Ada yang cuma-cuma, misalnya Google Earth 4.xx yang bisa kita download langsung di situs itu. Atau kalau mau yang berbayar yang disertai dengan fitur yang lebih hebat dan powerfull bisa kita download yang versi Pro. Kalau sudah didownload lalu install software Google Earth tersebut di komputer. Jika sudah selesai tinggal kita klik file execute dari program itu, kemudian tunggu beberapa saat. Aplikasi ini membutuhkan koneksi dengan internet untuk mendapatkan foto-foto udara yang kita ingin, agar streaming gambar baik dan cepat minimal bandwith akses internetnya 200 kbps. Hampir semua wilayah di bumi bisa kita dapatkan foto udaranya, (tapi memang nggak semuanya ada). Yang hebat lagi semua foto udara tersebut sudah diberi titik ikat (Ground Control Point) dalam bentuk koordinat geografis yang sangat detil dengan tingkat kejelasan hingga jarak terdekat hingga +- 5 m. Angka koordinat akan selalu berubah jika kita menggerakkan mouse. Saya katakan kita bisa dengan mudah mendapat foto udara tersebut, tinggal tulis daerah yang kita ingin di box search dan tekan enter maka dalam waktu yang relatif singkat Google Earth akan menampilkan daerah yang sesuai dengan tulisan kita. Tunggu beberapa saat sampai proses streaming foto sampai jelas sepenuhnya lalu bisa kita simpan gambar tersebut dalam bentuk file image dengan extensi *.jpg. Selanjutnya kita bisa gunakan beberapa foto yang kita peroleh dari Google Earth tersebut sebagai bahan belajar. Atau jika kita ingin menunjukkan langsung foto udara dari Google Earth kita bisa tampilkan foto udara hasil streaming dengan klik Aplikasi Google Earth dalam kondisi ofline. Ingat…! Dalam kondisi ofline/tidak tersambung internet. Dengan cara itu saya yakin siswa akan menjadi lebih tertarik dengan pembelajaran yang kita lakukan. Interaksi aktif akan terjadi antara kita dengan siswa. Kita bisa menanyakan kepada siswa secara langsung, bahkan memberi perntanyaan yang bersifat infestigasi kepada seluruh siswa kita. Dari pengalaman yang sudah saya lakukan, siswa menjadi lebih terfokus pada materi. Dengan adanya media presentasi seperti LCD proyektor, maka konsentrasi siswa akan tertuju pada guru dan materi yang terpapar dalam layar. Selanjutnya kita lebih mudah dalam melakukan pengelolaan kelas. Selamat mencoba

18 Oktober, 2008

EXAMPLES NON EXAMPLES

EXAMPLES NON EXAMPLES

CONTOH DAPAT DARI KASUS/GAMBAR YANG RELEVAN DENGAN KD

Langkah-langkah :
1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk
memperhatikan/menganalisa gambar
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar \
tersebut dicatat pada kertas
5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai
tujuan yang ingin dicapai
7. Kesimpulan

Tag: