Posts tagged ‘Pembelajaran’

19 Oktober, 2018

Bermain Ular Tangga Geografi

Test Lisan Sambil Bermain Ular Tangga

Oleh : Andi Hidayat

— — —

Penilaian merupakan bagian penting dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai suatu materi pelajaran.
Dalam panduan penilaian Kurikulum 2013 Revisi disebutkan bahwa penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian pada aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap siswa.
Penilaian pengetahuan dapat dilakukan melalui test tertulis, test lisan dan penugasan. Dari pengalaman yang saya peroleh saat melakukan penilaian pengetahuan ini, penilaian melalui test lisan adalah test yang menurut siswa paling menegangkan dibandingkan dengan test tertulis apalagi penugasan.  Menjawab pertanyaan lisan secara langsung dihadapan guru membuat banyak siswa yang merasa kesulitan  dalam menyampaikan jawaban. Kadang kala kesulitan ini lebih karena kemampuan siswa mengungkapkan jawaban lewat tulisan lebih dominan dibanding kemampuan mereka meramu kata lewat berbicara, sehingga banyak diantara mereka menjadi “kagok” saat harus berbicara.
Test lisan yang kadang menjadi “momok” bagi beberapa siswa ini cukup membuat saya menjadi harus memutar otak, berpikir bagaimana caranya agar siswa-siswa saya tidak terbebani saat ada test lisan.

Ide kemudian muncul saat melihat anak saya bermain dengan saudara dan anak-anak tetangga. Saat itu mereka saya lihat memainkan sebuah permainan yang tak asing bagi saya. Sebuah permainan yang juga sering saya mainkan dengan teman-teman di waktu masih kecil dulu. Permainan itu adalah Ular Tangga.

read more »

5 Agustus, 2011

Seminar Mitigasi Bencana Geologi

Pada hari Rabu, 11 Mei 2011 saya mengikuti acara Semiloka dalam rangka Dies Natalis ke-47 Universitas Negeri Yogyakarta. Semiloka dengan tema “Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana” ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) UNY. Sesuai dengan tema di atas, seminar tersebut banyak berisikan materi mengenai mitigasi bencana dan wacana perlunya pendidikan mitigasi bencana kepada penduduk di wilayah Indonesia.

Sebagaimana kita ketahui, wilayah negara kita secara geologis terdapat di daerah Ring Of Fire, yang berarti bahwa negara kita termasuk dalam daerah rawan bencana alam yang dapat berupa aktivitas tektonik yang berupa gempa bumi maupun aktivitas vulkanis yang berupa letusan gunung berapi. Untuk itu pendidikan mitigasi baik secara formal maupun nonformal merupakan keharusan, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai bencana dan upaya-upaya preventif yang harus dimiliki oleh semua warga.

read more »

9 Maret, 2011

Software Pembelajaran Geografi

StatPlanet

oleh : Andi Hidayat

Pada beberapa hari lalu saya browsing di internet mencari data-data kependudukan negara-negara di dunia. Setelah cukup penat karena mencari satu-persatu data pada setiap negara yang memakan waktu, saya merebahkan badan sebentar di kursi kerja di kantor. Sambil beristirahat ternyata pikiran masih tertuju pada data yang ingin saya cari, …. dan tiba-tiba terlintas sebuah keyword yang pernah saya lihat di salah satu VCD Discovery Channel yang saya dapatkan dari jalan-jalan di Jogja. Ya… keyword itu itu adalah “planet statistic” mengenai data-data kependudukan di dunia.

Setelah keyword itu saya tuliskan dan mendapati beberapa situs web yang belum sesuai keinginan, dengan iseng saya rubah teksnya menjadi statplanet. Teks ini kemudian saya tuliskan di mesin pencarinya Mbah Google dan saya enter, muncullah pada paling atas alamat situs yang isinya ternyata sesuai dengan yang saya inginkan.

read more »

19 Februari, 2011

BUDAYA MENGHUKUM YANG SALAH

BUDAYA MENGHUKUM YANG SALAH
*RHENALD KASALI *

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. *

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. *Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.

read more »

31 Desember, 2010

STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

Standar Penilaian Pendidikan terdiri atas :

  1. penilaian hasil belajar oleh pendidik.
  2. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.
  3. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik

Dilakukan secara berkesinambungan untuk :

  • Memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil
  • Bentuknya :
  1. Ulangan harian
  2. Ulangan tengah semester
  3. Ulangan akhir semester
  4. Ulangan kenaikan kelas

Penilaian digunakan untuk :

  1. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik
  2. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar
  3. Memperbaiki proses pembelajaran

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

Dilakukan melalui :

  • Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk aspek afektif
  • Ujian, ulangan dan/atau penugasan untuk aspek kognitif

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Dilakukan melalui :

  • Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk aspek afektif
  • Ujian, ulangan dan/atau penugasan untuk aspek kognitif

Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

read more »

31 Desember, 2010

Pembelajaran PAKEM

11 Indikator Pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan)

Oleh : Rahmad Widodo

KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) mengisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk dapat mengungkapkan segala potensi dirinya untuk dapat meraih sekian kompetensi sesuai dengan bakat dan minatnya, bukan sebaliknya hanya disuapi oleh guru dengan segala macam pengetahuan. Pembelajaran yang bermakna juga demikian, mengedepankan pengembangan potensi peserta didik, sehingga pembelajaran bukan bersumber atau terfokus pada guru, melainkan berfokus dan terpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran yang demikian idealnya dilakukan dengan cara yang santun dan menyenangkan. Bukan dengan doktrinisasi dan intimidasi/tekanan. Sehingga dapat dikatakan pembelajaran tersebut adalah pembelajaran ramah anak atau dengan prinsip asah, asih, asuh. Ada sebelas indikator/tolok ukur bahwa pembelajaran dapat dikategorikan sudah PAKEM, yaitu :

1. Metode Pembelajaran :

  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi (wawancara, pengamatan, bermain peran, penelitian, berlangsung di luar dan di dalam kelas) sesuai dengan mata pelajaran. Idealnya lebih dari 3 jenis.
  • Kegiatan belajar siswa menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan spesifikasi bahan ajar.
  • Penggunaan metode dalam kegiatan belajar siswa sesuai dengan RPP.

read more »