19 Oktober, 2018

Bermain Ular Tangga Geografi

Test Lisan Sambil Bermain Ular Tangga

Oleh : Andi Hidayat

— — —

Penilaian merupakan bagian penting dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai suatu materi pelajaran.
Dalam panduan penilaian Kurikulum 2013 Revisi disebutkan bahwa penilaian yang dilakukan oleh guru mencakup penilaian pada aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap siswa.
Penilaian pengetahuan dapat dilakukan melalui test tertulis, test lisan dan penugasan. Dari pengalaman yang saya peroleh saat melakukan penilaian pengetahuan ini, penilaian melalui test lisan adalah test yang menurut siswa paling menegangkan dibandingkan dengan test tertulis apalagi penugasan.  Menjawab pertanyaan lisan secara langsung dihadapan guru membuat banyak siswa yang merasa kesulitan  dalam menyampaikan jawaban. Kadang kala kesulitan ini lebih karena kemampuan siswa mengungkapkan jawaban lewat tulisan lebih dominan dibanding kemampuan mereka meramu kata lewat berbicara, sehingga banyak diantara mereka menjadi “kagok” saat harus berbicara.
Test lisan yang kadang menjadi “momok” bagi beberapa siswa ini cukup membuat saya menjadi harus memutar otak, berpikir bagaimana caranya agar siswa-siswa saya tidak terbebani saat ada test lisan.

Ide kemudian muncul saat melihat anak saya bermain dengan saudara dan anak-anak tetangga. Saat itu mereka saya lihat memainkan sebuah permainan yang tak asing bagi saya. Sebuah permainan yang juga sering saya mainkan dengan teman-teman di waktu masih kecil dulu. Permainan itu adalah Ular Tangga.

Baca lebih lanjut

31 Desember, 2018

Tebak Kata Geografi 02

Modifikasi Kuis Siapa Aku Dengan Membuat Pertanyaan Dalam Bentuk Sandi

oleh = Andi Hidayat

= – = – =

Pada waktu mengikuti kegiatan pramuka ada salah satu materi kepramukaan yang pasti akan kita dapatkan, yaitu materi sandi. Memahami sandi dalam kegiatan kepramukaan sudah tentu harus dipahami dan juga dipraktekkan. Kegiatan jurit malam yang biasa diadakan dalam kemah kepramukaan yang begitu menyenangkan dan menegangkan dapat menjadi tolok ukur keberhasilan kita dalam memahami sandi-sandi dalam kegiatan pramuka. Praktik mencari jejak dengan membaca sandi-sandi yang ditinggalkan oleh kakak senior menjadi bahan penerapan dalam menguasai sandi tersebut.

Ada berbagai jenis sandi dalam kegiatan pramuka sebagaimana pada gambar di atas, dimulai dari sandi morse, sandi rumput, sandi ranting, sandi angka, sandi jam hingga semaphore yang mungkin pernah kita pelajari. Beraneka macam sandi tersebut tidak hanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam penguasaannya, tetapi juga memiliki tingkat keasyikan dalam mencoba memahaminya.

Penggunaan sandi dalam kegiatan mencari jejak saat jurit malam ini jika kita pahami membuat peserta pramuka jadi mudah fokus dalam usahanya memecahkan petunjuk/pertanyaan yang ada.

Baca lebih lanjut

30 Desember, 2018

Karya Siswa – Teori Inti Ganda

Membuat Maket Pola Keruangan Kota Menurut Teori Inti Ganda (Haris & Ullman)

Oleh = Andi Hidayat
===

Setelah beberapa waktu lalu saya memposting karya siswa tentang Teori Konsentris dan Teori Sektoral, berikut ini saya posting kembali karya siswa saya yang lain. Masih berkaitan dengan tema Teori Keruangan Kota, karya siswa kali ini adalah maket tentang pola keruangan kota berdasarkan teori Inti Ganda menurut Haris & Ullman.

Ada 4 kelompok yang membuat maket teori inti ganda ini. Bahan-bahan untuk membuat maket sekali lagi tetap saya anjurkan menggunakan barang-barang bekas sebagai bentuk penerapan prinsip reuse dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Model teori Inti Ganda menurut Haris & Ullman ini tergolong rumit dalam membuat maketnya, beberapa siswa sempat kebingungan dan bertanya mengenai tata ruangnya yang berbeda dibanding dengan 2 teori sebelumnya.

Baca lebih lanjut

25 Desember, 2018

Karya Siswa – Teori Sektoral

Membuat Maket Pola Keruangan Kota Menurut Teori Sektoral (Hommer Hoyt)

Oleh = Andi Hidayat

=-=-=

Sebelum posting karya siswa tentang pola keruangan menurut teori Sektoral ini lebih dulu saya memposting karya siswa yang membuat maket pola keruangan kota yang mendasarkan pada konsep teori konsentris menurut Ernest W Burgess. Pada karya berikut ini ada tiga kelompok yang saya beri tugas untuk membuat pola keruangan kota yang mendasarkan pada teori Sektoral menurut Hommer hoyt. Kelompok yang mendapat jatah teori sektoral ini saya minta menggunakan foto dari Pearson Prentice Hall yang ada gambar-gambar bangunan pada setiap sektor, sama seperti kelompok sebelumnya.

Bahan yang digunakan untuk membuat maket tersebut saya anjurkan dari barang-barang bekas agar konsep reuse bisa mereka terapkan. Proses pembuatan maket tersebut bisa dilihat di video yang saya unggah berikut ini.

Proses pembuatan dan penyelesaian maket tersebut mereka kerjakan setelah jam pelajaran selesai.

Baca lebih lanjut

17 Desember, 2018

Karya Siswa – Teory Konsentris

Membuat maket pola keruangan kota menurut Teori Konsentris (Ernest W Burgess)

===

Mata Pelajaran Geografi kelas XII SMA/MA kurikulum 2013 Revisi, materi tentang Interaksi Keruangan Desa dan Kota yang pada K-13 sebelum revisi ada di semester genap sekarang beralih di semester ganjil. Pada subbab Pola Keruangan Kota terdapat bahasan tentang teori keruangan kota. Pada bahasan teori keruangan kota materi yang terdapat di hampir semua buku pelajaran umumnya adalah 3 (tiga) teori yaitu teori Konsentris, teori Sektoral dan teori Inti Ganda. Menyampaikan materi yang berkaitan dengan tata ruang/pola keruangan ke siswa sudah barang tentu guru akan menyajikan gambar atau sketsa untuk mempermudah penyampaian dan pemahaman siswa. Hal tersebut juga berlaku pada saya. Setiap menyampaikan materi teori keruangan kota pasti akan selalu menampilkan gambar tentang teori tersebut. Pada suatu waktu saya sempat jenuh dengan gambar teori keruangan kota yang itu-itu saja. Hampir di semua buku pelajaran kelas XII sejak era KTSP hingga sekarang gambarnya mirip-mirip hanya sedikit pengubahan di warna atau ketebalan garis pembatas zona keruangannya.

Sampai akhirnya saya browsing-browsing di internet dan menemukan gambar teori-teori keruangan kota yang diterbitkan oleh Pearson Prentice Hall, ada penampilan yang berbeda dibanding dengan gambar teori di buku-buku pelajaran yang saya miliki. Di gambar tersebut setiap zona yang ada dipenuhi dengan bangunan/rumah yang bentuk dan ukurannya bervariasi menyesuaikan dengan kriterian zona itu sendiri. Sepintas seperti sebuah maket, dan saat berpikir tentang gambar yang berbentuk seperti maket itu ada pikiran terlintas bagaimana jika siswa saya beri tugas untuk membuat maket tentang pola keruangan kota dengan mencontoh gambar itu. Sambil dalam hati berkata, “Ini bisa digunakan untuk menilai aspek ketrampilan/psikomotor siswa dan mereka bisa belajar melalui ranah/tingkatan application/terapan”.

Baca lebih lanjut

15 Desember, 2018

TEBAK KATA GEOGRAFI 01

Menggunakan Kuis/Pertanyaan Model Teka Teki Siapa Aku Dalam Kegiatan Pembelajaran Geografi

Oleh = Andi Hidayat

Pada saat masih kecil dan mungkin sampai sekarang inipun pasti kita pernah bermain teka-teki entah dengan orangtua, anak, saudara ataupun teman-teman yang biasa bergaul dengan kita.

Ardi           = pintu apa yang kalau didorong tidak akan terbuka?

Beni          = apa ya …….??? Pintu rusak dong!

Ardi           = salah

Cecep       = ehmmm … pintu terkunci!

Ardi           = masih salah

Dina          = pintu hatimu ….. he he …  sulit sekali kubuka … hik hik hik

Ardi           = yaelah …. malah baper

Beni, Cecep, Dina = terus pintu apa?

Ardi           = Pintu Geser dunk … he he

Mengasyikkan bukan? Kita sering memberikan pertanyaan dalam bentuk teka-teki kepada teman baik ilmiah maupun sekedar bahan canda. Tetapi dari teka-teki yang sering kita lontarkan kepada teman kita secara langsung boleh jadi merupakan media sosial tradisional yang akan meningkatkan jalinan keakraban antar teman.

Dalam file presentasi tentang model-model pembelajaran efektif yang saya peroleh saat mengikuti PLPG tahun 2009 yang lalu,  saya menemukan ada salah satu model pembelajaran yang mengandung unsur teka-teki yaitu model pembelajaran TEBAK KATA.

Tebak kata adalah model pembelajaran dengan cara memberikan kartu pertanyaan kepada siswa dan meminta siswa tersebut menjawabnya. Dalam model tersebut guru lebih dulu mempersiapkan bahan-bahan pertanyaan yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan, dengan membuat kartu berukuran 10 cm X 10 cm untuk pertanyaan dan kartu berukuran 5 cm X 2 cm untuk jawaban.

Baca lebih lanjut

1 Desember, 2018

Wordsquare Geografi 2

Menggunakan aplikasi online wordsearch untuk media pembelajaran Geografi

Oleh : Andi Hidayat

Beberapa hari yang lalu saya memposting metode pembelajaran dengan menggunakan model wordsquare. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan wordsquare pada intinya adalah mencari kata atau istilah yang merupakan jawaban dari pertanyaan. Wordsquare ini mirip dengan TTS, hanya saja jawaban sebenarnya sudah ada dan harus dicari pada kotak-kotak kata yang sudah disediakan. Penggunaan lembar soal wordsquare akan melatih kemampuan siswa untuk lebih teliti dalam mengerjakan soal, melatih mata lebih awas, melatih siswa dalam merekonstruksi kata dari mengamati huruf yang diejanya.

Contoh lembar soal wordsquare yang saya unggah di postingan itu merupakan soal buatan secara manual dengan menggunakan aplikasi Microsoft Word. Pembuatan soal dengan Word itu cukup lama juga dalam menuliskannya, terutama saat mengisikan huruf-huruf, kata-kata kunci jawaban maupun kata-kata pengecohnya. Banyaknya huruf dan kata yang harus dituliskan maka faktor human error-pun kadang muncul juga, seperti kurangnya huruf dalam kata yang ditulis. Sekiranya huruf yang kurang ada pada kata-kata pengecoh mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika yang kurang adalah huruf pada kata kunci jawaban maka itu bisa membuat siswa menjadi kesulitan untuk menjawab.

Baca lebih lanjut