3 Desember, 2019

Quizizz Geografi

Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Untuk Melaksanakan Penilaian Harian Online

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Penilaian merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, baik itu penilaian lisan ataupun tertulis, baik itu penilaian harian, formatif, tengah semester ataupun sumatif di akhir semester. Penilaian digunakan untuk mengukur seberapa besar persentase penguasaan siswa peserta didik terhadap suatu materi pelajaran.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, maka bentuk penilaian yang dilakukan pada saat ini tidak hanya berpatokan pada penilaian lisan yang dijawab oleh siswa dengan lisan atau penilaian tertulis yang dijawab oleh siswa dengan tulisan, ada juga bentuk soal berupa soal tertulis di layar komputer/gadget tetapi siswa tidak menjawab dengan menulis jawaban di kertas atau di layar. Cukup dengan menggerakkan mouse komputer dan klik maka siswa sudah menjawab soal.

Sejak era CMS (Content Management System) dalam bentuk aplikasi database offline saya mencoba menerapkannya untuk melakukan penilaian harian. Aplikasi yang pernah saya gunakan tersebut adalah Moodle dan Claroline. Aplikasi Moodle dan Claroline ini merupakan aplikasi CMS yang lebih difokuskan untuk pembelajaran sehingga sering disebut juga dengan LMS (Learning Management System). Cukup lama saya menerapkan aplikasi ini untuk melaksanakan penilaian harian secara offline. Karena hanya dalam bentuk offline maka aplikasi ini hanya bisa digunakan di ruangan lab komputer. Aplikasi ini dapat dibuat juga secara online, hanya saja membutuhkan setting yang cukup ribet dari sisi software dan saya tidak punya kemampuan untuk itu.

Berdasarkan pertimbangan tersebut kemudian saya mulai browsing di Internet dan mencari aplikasi-aplikasi penilaian yang bersifat online. Dengan menuliskan kata kunci online exam application atau online quizz application cukup banyak aplikasi yang saya temukan. Beberapa aplikasi yang saya peroleh dari hasil browsing ini misalnya Kahoot! (yang telah saya bahas pada posting sebelumnya), Poll Everywhere, Aurasma, Quizlet, Qualisize, Nearpod, BookWidget, Explain Everything, Socrative, QR Code Reader and Scanner, dan Quizizz.

Setelah mencoba beberapa aplikasi dari hasil browsing tersebut saya memilih aplikasi Quizizz untuk saya gunakan sebagai aplikasi penilaian harian secara online. Sebelumnya saya juga menggunakan Kahoot!, tetapi lebih cocok untuk kuis yang berbentuk seperti cerdas cermat dan bersifat permainan. Aplikasi Quizizz ini dapat kita akses di websitenya yaitu di http://quizizz.com untuk membuat akun dan soalnya. Sedangkan untuk siswa pada saat akan mengerjakan dengan mengakses di alamat http://quizizz.com/join dan tinggal memasukkan Gamecode.

Baca lebih lanjut

24 Desember, 2019

Menyanyi Geografi 4

Menghafal Persebaran Tambang Dengan Backgroud Lagu Islami

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Madrasah tempat saya bertugas masih menerapkan pembelajaran enam hari kerja karena beban materi pelajaran yang lebih banyak di banding dengan sekolah umum. Setiap hari sabtu saya mendapatkan jadwal mengajar Geografi di dua kelas XI IPS yaitu kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2, yang kebetulan pada kedua kelas tersebut saya mengajar di jam pelajaran krusial yaitu jam pelajaran ke 6-7 di kelas XI IPS 2 dan jam 8-9 di kelas XI IPS 1. Bapak-ibu guru yang pernah mengajar pada jam siang di hari terakhir pada setiap pekan pasti pernah merasakan bagaimana kondisi kelas yang ada jam-jam tersebut memberikan tantangan yang besar bagi guru. Kelelahan yang mulai menyerang siswa, kekenyangan setelah makan siang, konsentrasi yang mulai menurun hingga rasa kantuk yang datang menggoda siswa-siswi untuk menundukkan kepala dan bahkan menaruh kepala mereka di meja yang keras tapi serasa kasur yang empuk karena kantuk.

Tak terkecuali dengan kedua kelas di atas, apalagi kelas XI IPS 1 tantangan di kelas bertambah karena siswa-siswi biasanya akan menoleh ke jam dinding yang terpasang di tembok kelas bagian belakang. Karena berbagai hal tersebut maka saya menggunakan beberapa model pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) mulai dari model seperti Jigsaw, Snowing Throwball, Cerdas Cermat. Make A March, Card Sort dan banyak model yang lain. Salah satu model pembelajaran yang lain yang saya gunakan juga di beberapa sub materi adalah model Sing A Song atau menyanyikan lagu. Sudah ada beberapa postingan blog ini yang membahas tentang model pembelajaran Geografi dengan menyanyi dan di postingan kali ini saya akan menampilkan bagaimana siswa-siswi di salah satu kelas yang saya ampu yaitu kelas XI IPS 1 membawakan lagu bersama-sama di kelas.

Baca juga : menyanyi geografi 1

Baca juga : menyanyi geografi 2

Baca juga : menyanyi geografi 3 

Baca juga : menyanyi geografi 5

Baca lebih lanjut

20 Desember, 2019

Menyanyi Geografi 3

Bernyanyi Bersama-sama Setelah Penilaian Hafalan Persebaran Tambang

oleh : siswa-siswi XI IPS 2 MAN 1 Gunungkidul

= – = – =

Banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa setiap minggunya merupakan pemandangan rutin yang selalu kita lihat di sekolah/madrasah maupun lembaga-lembaga pendidikan yang lain. Ada sekitar 13 – 18 mata pelajaran yang diberikan oleh sekolah/madrasah kepada siswa-siswi setiap minggunya. Berbagai mata pelajaran dengan keanekaragaman materi yang tentu juga memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Pada suatu waktu banyaknya jenis mata pelajaran ini akan membuat siswa-siswi tidak mampu mengikuti dan merasa terbebani sehingga pada akhirnya mereka akan berada pada fase kesulitan dan malas belajar.

Tak terkecuali dengan mata pelajaran Geografi yang saya ajarkan. Bidang bahasan yang luas dan banyak karakteristik juga membuat beberapa siswa-siswi jenuh dengan materi yang saya berikan. Pada beberapa materi yang termasuk pada ranah kognitif level C1 (mengingat) yang sebenarnya merupakan tingkat penguasaan terendah kadang menjadi materi yang justru memberatkan siswa-siswa. Salah satu contoh materi dengan level kognitif C1 pada mapel Geografi adalah materi tentang persebaran daerah-daerah pertambangan di Indonesia. Banyaknya ragam jenis tambang beserta daerah yang memiliki barang tambang tersebut memberikan kesulitan yang cukup tinggi bagi siswa-siswi untuk menghafalkannya.

Agar siswa-siswi dapat menguasai materi persebaran baran tambang tersebut, maka saya membuat ringkasan materi persebaran dalam bentuk lirik lagu yang dinyanyikan menggunakan lagu-lagu tertentu. Kemudian pada kegiatan tatap muka di kelas secara klasikal siswa-siswi saya ajak berlatih menyanyikan lagu tersebut bersama-sama dengan metode mengulang (telah saya tulis pada postingan terdahulu).

Buka lagi : menyanyi geografi 1,

Buka juga : menyanyi geografi 2 

Dengan menggunakan metode ini maka sebagian besar siswa-siswi dalam waktu 2 jam pelajaran dapat menghafalkan materi wilayah persebaran barang tambang tersebut. Pada pertemuan berikutnya kemudian dilakukan penilaian terhadap kemampuan kognitif level C1 (mengingat) dengan menyanyikan kembali lagu tersebut secara individu.

Baca lebih lanjut

9 Desember, 2019

Zipgrade

Koreksi LJK Penilaian Berbasis Kertas Pensil Dengan Zipgrade

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Desember merupakan bulan yang penuh dengan pelaksanaan kegiatan penilaian akhir semester. Banyak sekolah dari tingkat dasar hingga menengah mengadakan kegiatan penilaian akhir semester ini. Tujuan dari penilaian akhir semester ini tentu saja untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman peserta didik dalam menguasai materi pelajaran yang telah diberikan selama satu semester.

Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester atau biasa disebut dengan PAS pada era sekarang ini secara umum menggunakan 2 model pelaksanaan yaitu penilaian yang Berbasis Kertas Pensil dan yang Berbasis Komputer. Pada pelaksanaan penilaian berbasis kertas pensil siswa membaca soal yang tertulis di kertas soal dan menjawab soal tersebut di lembar jawaban. Lembar jawaban dapat berupa lembar jawab manual atau dengan lembar jawab komputer. Sedangkan untuk penilaian berbasis komputer pelaksanaan penilaian menggunakan perangkat komputer dan atau gadget lainnya seperti tablet dan smartphone/HP.

 

Di madrasah tempat saya bertugas, pelaksanaan penilai akhir semester menggunakan kedua model tersebut. Penilaian berbasis komputer untuk mapel-mapel umum kelompok B dan mapel lintas minat dengan siswa-siswi mengerjakan soal penilaian menggunakan perangkat tablet atau smartphone mereka. Untuk mapel umum (kelompok A) dan mapel peminatan (kelompok C) karena soal untuk ujian dibuat oleh MGMP MA DIY dan diujikan bersama-sama maka pada pelaksanaannya menggunakan basis kertas pensil.

Pada akhir semester sering saya melihat rekan-rekan guru yang sering mengeluh karena banyak sekali lembar jawab yang harus mereka koreksi, apalagi rekan-rekan yang mengajar mata pelajaran umum dan di banyak kelas maka kegiatan koreksi lembar jawab menjadi pekerjaan yang biasa mereka lakukan dan menuntut banyak konsentrasi dan tenaga yang cukup banyak pula.

Tak terkecuali dengan mata pelajaran Geografi yang termasuk kelompok peminatan, maka koreksi lembar jawab yang begitu banyak ini juga menjadi pekerjaan yang selalu saya lakukan di akhir semester. Sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan juga tetapi tetap saya selalu lakukan sebagai bagian dari pelaksanaan penilaian. Karena menjadi rutinitas yang akan selalu terjadi di setiap akhir semester maka kemudian saya mencari aplikasi koreksi yang bisa diinstall di smartphone dan dapat digunakan untuk koreksi lembar jawab dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang singkat. Setelah tanya kesana-kemari ke mbah google akhirnya saya mendapatkan aplikasi koreksi LJK berbasis android yang bernama Zipgrade. Aplikasi ini bisa diakses di webnya yaitu zipgrade.com yang dapat diakses melalui perangkat PC, laptop, tablet maupun smartphone.

Baca lebih lanjut

7 Desember, 2019

Geschool Geografi

Penilaian Harian (PH) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) Online dengan Smartphone menggunakan Aplikasi Geschool 

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Era digital telah merambah ke berbagai sendi kehidupan. Banyak kegiatan manusia yang mulai mengandalkan perangkat-perangkat IT seperti Komputer (PC), laptop (notebook), tablet hingga alat komunikasi yang paling umum dan selalu siap sedia ada di saku baju/celana yaitu smartphone. Untuk berbelanja secara online barang cukup dengan memanfaatkan aplikasi belanja di smartphone, maka dalam hitungan beberapa hari setelah transaksi barang pesanan telah sampai di rumah. Jika sedang kelaparan sementara di rumah makanan telah habis maka dengan memesan di aplikasi dalam hitungan beberapa menit makanan yang kita pesan telah sampai di rumah dan selamatlah perut dari rasa lapar. Jika dahulu kita akan pergi ke suatu tempat dengan menggunakan jasa ojek, kita harus berjalan kaki dulu menuju pangkalan ojek untuk menemui tukang ojek yang akan mengantarkan kita ke tempat tujuan. Maka kini dengan satu klik di suatu aplikasi jasa layanan ojek online maka driver akan datang menjemput dan mengantarkan kita ke tempat tujuan. Cepat dan praktis.

Begitu pula dengan dunia pendidikan, pengaruh era digitalisasi di bidang ini begitu cepat masuk menembus dan menguasai banyak kegiatan-kegiatan, salah satunya adalah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas seorang guru di era digital seperti sekarang dituntut untuk mampu mengoperasikan perangkat-perangkat IT dan komunikasi sebagai alat bantu menyampaikan materi di kelas. Pengoperasian aplikasi office seperti word, excel dan powerpoint, serta aplikasi yang sesuai dengan mata pelajaran yang di ampu menjadi keharusan bagi seorang guru. Di sisi lain, siswa-siswi juga diharapkan dapat memanfaatkan smartphone yang mereka miliki sebagai sarana pendukung edukasi agar tidak hanya sekedar menggunakan gadget mereka untuk senang-senang dan bermain.

Setelah proses kegiatan belajar mengajar telah mencapai akhir semester maka pihak sekolah/madrasah akan melaksanakan ujian atau penilaian akhir semester. Tujuan dari penilaian ini tentu saja untuk mengukur sejauh mana penguasaan siswa-siswi dalam menguasai materi pelajaran yang diikuti. Kegiatan penilaian akhir semester ini biasanya dilakukan secara serentak bersama-sama dalam satu sekolah/madrasah bahkan bersama-sama dengan sekolah/madrasah lain. Pada pelaksanaannya ada beberapa sekolah/madrasah yang masih melaksanakan PAS berbasis kertas pensil dan telah ada beberapa sekolah/madrasah lain yang mulai beralih dengan berbasis IT menggunakan komputer atau menggunakan perangkat tablet dan smartphone.

Pada tahun ajaran 2019-2020 ini, madrasah tempat saya bekerja sedikit demi sedikit mulai bermigrasi melaksanakan PAS berbasis IT di beberapa mata pelajaran kelompok B seperti muatan lokal, prakarya dan pendidikan jasmani serta mata pelajaran lintas minat. Pada mapel kelompok umum A dan kelompok C peminatan masih menggunakan kertas pensil karena materi soalnya dibuat sama untuk semua madrasah pada satu propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Untuk mapel kelompok B dan lintas minat soal ujian dibuat oleh guru-guru mapel dan kemudian diujikan dengan menggunakan aplikasi Geschool.

Baca lebih lanjut

5 Desember, 2019

Screen Mirror Geografi

Presentasi File di Smartphone Dan Ditayangkan di Layar PC – Projector

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Untuk meningkatkan kompetensi pedagogik yang merupakan salah satu kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya, saya mengikuti berbagai group pendidikan di berbagai media sosial. Group di Facebook yang saya ikuti misalnya MGMP Geografi Indonesia, Assosiasi Guru Mata Pelajaran Geografi. DI aplikasi Whatsapp saya mengikuti group MGMP Geografi Kabupaten dan Propinsi serta Komunitas Geografi dan Kelas Milenial Geografi yang berisikan guru-guru Geografi hebat di Indonesia. Begitu pula dengan aplikasi Telegram saya juga mengikuti group Komunitas Geografi.

Dari keikutsertaan saya di group-group tersebut saya mendapatkan manfaat yang luar biasa dan dapat berkenalan dengan anggota-anggota yang luar biasa pula. Ada banyak ilmu yang saya serap dari mereka. Alhamdulillah, betapa beruntungnya saya. Banyak dari anggota-anggota group yang saling berbagi satu sama lain, dari berbagi pengalaman, ilmu hingga file-file yang begitu bermanfaat dan mendukung saya dalam mengembangkan kemampuan penguasaan ilmu dan peningkatan kemampuan dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Begitu banyak file berupa modul pembelajaran, perangkat administrasi pembelajaran, bank soal, hingga file-file powerpoint sebagai media untuk presentasi dalam kegiatan belajar mengajar.

Begitu banyak file yang saya dapatkan yang mengisi ruang memory di smartphone dan kadang lupa saya pindah ke PC. Pada saat akan melaksanakan kegiatan pembelajaran kadang saya teringat file yang saya dapatkan di group-group tersebut yang mendukung kegiatan pembelajaran. Beberapa lembar kerja siswa dan file-file powerpoint untuk presentase masih di tersimpan di smartphone dan saat akan menampilkan di layar projector saya kesulitan dan saat akan memindahkan ke PC memakan waktu yang cukup banyak sehingga sering membuat jam pelajaran tersita.

Waktu yang kadang tersita banyak hanya sekedar untuk memindahkan file dari Smartphone ke PC yang akan saya tampilkan ke layar projector tersebut, kemudian membuat saya mulai mencari-cari bagaimana cara menampilkan layar Smartphone ke Layar PC atau yang sering disebut dengan Screen Mirroring . Setelah browsing ke banyak website saya menemukan banyak web/blog yang mengulas tentang cara menampilkan layar Smartphone ke layar PC. Setidaknya ada tiga cara, yaitu dengan menggunakan SmartTV HDMI, lalu dengan HDMI Dongle dan cara terakhir dengan menggunakan aplikasi berbasis online.

Cara pertama dan kedua tidak saya gunakan karena berarti ada penambahan biaya untuk membeli peralatan baru, maka kemudian saya menggunakan cara yang ketiga yaitu dengan menggunakan aplikasi online. Setelah membaca ulasan beberapa web tentang screen mirroring ini, ada satu aplikasi yang kemudian saya coba untuk gunakan yaitu Screen Mirror – Berbagi Layar. Aplikasi ini bisa didapatkan di Playstore dan install di Smartphone android kita.

Baca lebih lanjut